Posts

Rintih Hujan: Semua tempat ada cerita

"Aku tak ingin menyalah apapun, semua yang terjadi selama ini akulah yang menjadi pemerannya, aku yang memilih semuanya. Tapi apapun itu setiap tempat selalu punya ceritanya" Aku terduduk di sofa dalam ruangan studio yang sudah menjadi tempat favoritku —tempat  tidur dikala malam datang dan menghampiri. Selembar dan beberapa lembar halaman buku terkadang menjadi penghantar —pengiring menjelang mata ini mulai lelah dan memerah. Malam yang kian terasa dingin terkadang terasa hangat yang menyelimuti, dibalik semua itu begitu banyak kalimat yang berulang kali seolah berbisik kepadaku.     "Coba aja dulu kamu gak pernah cerita semuanya, mungkin sekarang kamu masih           bisa ngobrol dan cerita-cerita sama dia"     "Tuhkan, benarkan, coba aja dulu jadi pengagum dalam diam jus. Gak ginikan                     jadinya"     "Sekarang mau apa Jus? sekarang hanya bisa me...

Dialog Kopi: Takut

Ahh... rasanya selalu tidak siap jika harus bertemu lagi. Canggung? ya tentunya, karena takut dan malu pernah mengecewakannya. Terkadang berpikir apakah aku cukup baik untuk jadi temannya lagi. Tapi hari ini, mungkin Allah SWT sudah gariskan untuk bertemu kembali bersapa, sejujurnya sudah pernah ada kesempatan itu tapi aku memilih menghidarinya. Tidak lebih bukan karena aku membecinya tapi aku yang terlalu mengecewakannya, bahkan sejak hari itu aku menyesal sudah menyampaikan semuanya secara jujur kepadanya. Hari ini beertemu dengannya, seorang adik yang tidak aku sangka menghampiriku dan berkata. "Abang! apakabar? abang coba tebak, ada siapa? abang gak mau ketemu mbak?" Seketika rasa takut dan malu itu datang lagi. Ya aku hanya menyeletuk "Nanti aja, biar ketemu secara natural aku belum siap untuk dengan segaja untuk bertemu dengan mbak", dalam hati hanya berpikir untuk menghindar lagi dna bersembunyi. Sejak email terakhir yang aku dapat darinya, seketika semua ras...

Dialog Kopi: Selamat Ulang Tahun ya

Selamat ulang tahun untuk seorang wanita hebat yang sungguh mengagumkan. Semoga di usianya ini, Allah SWT selalu melimpahkan kebahagiaan, kesehatan, dan segala hal baik yang selalu menjadi mimpinya. Aku berharap setiap langkahnya selalu ada senyum dan keberkahan yang membuat hatinya selalu dalam kebahagiaan.  Terima kasih sudah menjadi pribadi yang hebat, kuat dan luar biasa. Usia yang mungkin tak lagi mudah, tapi banyak kisah yang telah ia pahat dalam setiap alur perjalanannya.  Perjalanannya sejak itu masih teringat jelas, memikul sebuah mimpi dan ambisi luar biasa. Melangkah meninggalkan pintu keberangkatan, ia berjalan melambaikan tangan hingga akhirnya tak ada yang pernah tau bahkan tak pernah terlihat air matan itu jatuh kala keberangkatannya. Sejak itu mungkin aku tak pernah tau lagi tentangnya, seolah kabut kian tebal menutup rapat semua ceritanya. Aku hanya mendengar sayup-sayup ceritanya dalam bait mereka, dalam barisan surat-suratnya. Ntahlah, akupun tak pernah tau,...

Dialog Kopi: Cerita 28 tahun

28 mungkin hanyalah sebuah angka, tapi nyatanya semakin banyak tanggung jawab ada pada pundak ini untuk terus dan harus tetap kokoh. Kala lelah hanya bisa dirasakan untuk diri sendiri, bagaimana hati ini haru tetap bahagia. Nyatanya tidak akan pernah ada akhirnya. Kelak senyum itu pernah tertimbun dalam sedih dan renung takut, kelak akan menjadi apa dan seperti apa.  Beranjak semakin menua kata mereka, tapi wajah ini sering membuat mereka tak percaya dan meninggalkan ragu dihadapan mereka. Masih seperti anak yang layaknya baru akan dewasa, kumis tipis dan wajah yang masih terlihat seperti 18 tahun lalu. Kata mereka tak ada perubahan, hanya potongan rambut dan seleranya saja yang semakin menua. Tapi... Doa mereka yang selalu menguatkan, mengingatkan untuk bahagia. Belajar untuk tidak mencari validasi dan menjadi diri sendiri yang menikmati setiap karya. Kita sudah punya garis, kita yang menentukannya dengan semua kapasitas yang ada. Kelak, esok akan datang menjadi cerita dalam catat...

Dialog Kopi: comes and ends Ramadan

Terima kasih untuk diri ini yang selalu mencoba menjadi versi terbaik, kadang memang tak akan pernah sempurna. Ramadhan menjadi titik suci untuk kembali menjadi versi terbaik, bersimpuh dan bersujud untuk lebih dekat dengan Allah. Memohon maaf dan taubat kepada-Nya, Allah sang pecipta alam semesta.  "The great grace of Allah, gives you the best chance to become the best vesion. Before, after that, every day and everything can make you the best. This Ramadan, May Allah always forgive my mistakes and learn from them” “Before Ramadan comes. We may have committed a lot of sins, coming from words, deeds, sights, thoughts and more” “After Ramadan comes, we do our best to pray to Allah SWT. May Allah SWT always and will always forgive us. Receiving every repentance and tears that fall. May Allah SWT give us extraordinary things and the best blessings for all prayers in the month of Ramadan. And Allah SWT gives us Lailatul Qadr” “After Ramadan ends. May Allah SWT want you to always pray a...

Dialog Kopi: Dering telepon diujung nada

Malam ini engkau masih bisa bermimpi indah, berkelana dalam fana yang terkadang tak ada arahnya. Dering telepon diujung nada itu, tak pernah terdengar lagi suara itu yang selalu mengingatkan walau hanya sekedar menyapa. Sudah sangat lama sejak saat itu, sudah tak berani lagi membuka pintu untuk semua yang hadir sejak hari itu datang dan pergi meninggalkan semua cerita. Kini,masih banyak yang tak terucap, masih banyak yang harus ku perjuangkan, masih banyak doa yang ku titipkan kepada semesta. Walau dunia tak seindah awan diujung sana, tolong sampaikan doa dan ceritaku ini untuknya. Lilin kecil yang menerangi ditengah gelap ruang, menjadi teman dalam sunyi menanti mentari benar-benar tenggelam. Hari itu, sajak-sajak itu masih terangkai dan terurai sendu. Senja merona dalam hati yang masih berkelana menata banyak hal dalam cerita penuh haru dalam semu seirama. Jika pada akhir cerita, bukan akhir yang diharapkan tapi hati ini pernah belajar menjaga sebuah janji dan berulang kali menata ha...

Dialog Kopi: Usang dalam baris bait yang meredup

Laman ini terasa usang, ntah mengapa tapi mungkin karena terlalu lama aku tinggalkan. Walau hanya sekedar menulis beberapa paragraf, tapi tak pernah lagi malam menjadi tempatku bercerita dalam bait-baik kata. Hanya sekedar bercerita tapi kini laman ini sudah terlalu berdebu. Tak ingin meninggalkannya, laman ini menjadi satu harapku suatu hari nanti untuk bisa kembali bercerita lebih banyak dan meninggalkan sedikit pesan untuk seseorang. Tak tau, walau ini hanya sebuah utas dan laman yang menjadi satu-satunya penghubungku nanti untuk bisa kembali bertemu dan menyapanya. Masih sering ada sebait tanya "Apakah ia masih sering singgah?" atau mungkin benar-benar tak ada lagi sapa darinya. Nyatanya, semua akses tentangnya mungkin tak pernah terlihat lagi. Tapi setiap cerita dalam postingannya menjadi cerita hebatnya hari ini. Semoga esok lebih banyak cerita yang bisa ia selalu bagikan untuk lebih banyak orang-orang yang mengikutinya dan terinspirasi karenanya. Bait indah itu tentang...