Dialog Kopi: dalam paragraf
Tentang sebuah pertemuan akan selalu ada perpisahan, itulah kisah dalam perjalanan yang tak sekalipun pudar. Kisah baik dan ukiran yang tak terganti menjadi sebuah cerita yang istimewa dalam barisan paragraf. Sekedar menyapa hari esok, tapi hanya mampu dalam bait-bait doa yang tak terganti. Masih sama rasanya, tapi untuk saat ini hanya menjadi pengagum dalam diam.
Semesta hari ini melihatnya berlayar, dalam gelombang perjalanan mengejar semua ceritanya. Hari ini dan esok tak akan ada yang pernah tau, ombak bisa datang kapan dan berakhir kapanpun. Paragraf tentangnya akan terus tertaut, menjadi kisah sejati.
Sejak itu, tak lagi mampu untuk menyapanya. Takut untuk bertemu, hanyak bersembunyi dibali semu yang tak pernah ada yang tau. Takut, hanya karena pernah memmbuatnya begitu kecewa. Lantas paragraf terakhir itu, bukan hanya harap ini bukanlah yang terakhir untuk bertemu.
Pertanyaan itu dan hari ini menjadi cerita baik darinya, dalam paragraf yang meninggalkan baris-baris hal baik dalam diri ini untuk terus menjadi lebih baik. Air putih, sepatu putih, secangkir kopi dan masih banyak hal lain tentangnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A, Bogor, 16 Januari 2025 | 21.58 WIB
Comments
Post a Comment