Prolog: Selembar akhir, maaf

Untuk dia yang sudah menjelajahi satu per satu mimpinya, aku izin pamit dan memohon maaf untuk semuanya, izin undur diri perlahan dalam semua baris bait-bait ini. Aku hanya ingin bercerita, dan mohon maaf. Jika esok akan memberikan kesempatan untukku, mungkin aku akan memilih untuk menjelaskan atau bahkan memilih untuk diam. Semua email itu masih tersingsing jelas, aku sungguh telah melukai seseorang dalam kekecewaan yang terulang.

Aku hanya ingin sekedar bercerita sedikit disini, semua catatan ini mungkin akan kembali menjadi penghias daftar tunggu yang mungkin hanya singgah. Tapi ntahlah ya, aku ingin sekali terbang dan bertemu walau aku takut. Hanya ingin menyapa tapi tak lebih, tapi aku sadar akan ada banyak hal lebih baik dan pantas untuknya. Dan mungkin aku tak akan masuk daftar itu.

...

Hujan tak akan pernah salah saat ia turun dan berhenti, hari ini aku hanya sekedar mencoba menikmatinya. Turun perlahan kadang kala deras, meninggalkan gemercik suara, secangkir kopi dan pisang goreng hanya sebatas penghangat di kala perut kosong dan berbunyi.

Surat ini menjadi lembaran terakhirku tentang dia, ntah kapan atau mungkin hanya akan sekedar menjadi tulisan yang singgah sementara. Pada semua baris dan bait, melihat lilin kecil menyala berjerih payah, menyala dibalik angin dingin malam.

Dibalik nada berseri dalam tawa yang tiada habisnya, pertemuan itu mungkin sudah tertususun rapih. Maaf pagar tinggi yang pernah aku ketuk, membukan kembali gerbang yang mengecewakan untuknya.

...

Dihadapan sang hujan, air mata ini jatuh seolah sekedar bertanya "kenapa?". Surat yang pernah aku terima darinya, semua sosial media yang sudah ia batasi dan nomerku pantas untuk di block. Aku sadar, aku memahaminya karena aku memang tak cukup baik, aku yang egois dan mengganggu kenyamanannya. Setelah semuanya, aku memahaminya.. aku terlalu memaksakan semuanya. Dan lagi, untuk ke-dua kalianya aku mengecewakan seseorang. Kini aku memilih untuk diam dan belajar untuk jadi lebih baik, biarlah waktu yang menentukan semuanya yang terbaik.

Jika aku bisa memilih waktu, aku akan mengulang semua dan memilih menjadi penganggum dalam diam yang sebenarnya. Apa itu confess? dan lagi aku mengulang dan menyakiti orang lain. Ingin kembali membungkus semuanya, dalam bait-bait diam dan senyum yang hanya akan menjadi kagum.

...

Setidaknya aku sungguh senang bisa melihat jejak perjalanannya menjelajah mimpi dan citanya dalam lorong labirin kehidupan. Labirin yang selalu tak sama, berbeda lorong yang dijalani saat ini. Allah SWT melihat semuanya dan tahu segalanya, jalan yang terbaik untuk dia, aku senang dengan semua cerita yang aku dengar dari mereka. Walau kadang dibalik itu, aku selalu mencoba untuk pura tidak tau dan mendengarnya.

Hari ini aku mencoba melakukan semua perjalananku dengan sebaik mungkin, melibatkan Allah SWT dalam setiap langkah dari pilihan kecil yang aku ambil saat ini. Pertemuan dengannya menjadi titik baik Allah SWT untukku, aku sungguh belajar banyak darinya, seseorang yang Allah kirimkan untukku aku memilih titik untuk belajar.

Terim kasih ya, maaf untuk semua yang menyinggung hati.

...

Kini aku menikmati semuanya, aku mencoba memulai semuanya dari nol. Menjadi seseorang yang kembali menikmati setiap kesempatan yang ada saat ini. Mengatur makanan dan pola makan, berolahraga setiap harinya. Menjadi seorang yang berlari hingga puluhan kilometer, bukan untuk menjadi atlit hanya ingin menyayangi diri sendiri untuk nanti.

Kembali menjadi penikmat aktivitas luar, berlari hingga tracking sesekali menikmati puncak-puncak indah Indonesia. Walau negeri ini banyak pelawaknya dan semua dongeng pemimpin negeri, setidaknya ada beberapa hal yang masih bisaku nikmati secari rasional. Indah alamnya, ramah orangnya dan bewarna negerinya.

...

Sedikit perjalanan lalu, aku kembali ketitik dasar setelah banyak perjalanan yang ku pilih seolah seperti batu rapuh yang ku pijak. Terjatuh lagi, memulainya dari "nol"... tak tahu tapi aku mencoba menerimanya, walau ada jarak yang semakin jauh. Langit yang sama, bumi yang sama dan semuanya akan tetap sama dimata-Nya.

Mengangkat tangan, berdoa kepada-Nya untuk sebuah pertemuan dan niat baik dulu yang pernah ada. Tawakal untuk setiap hasil saat ini, ikhlas dengan semua pencapaian dan berdoa untuk semua ikhtiar. Doa terbaik yang tiada henti kirimkan ke langit-Nya, tak akan ada satupun yang bisa merubah dan menghentikannya. Doa itu gratis dan Allah selalu mencintai hamba yang selalu menadahkan tangannya.

...

Dua tahun ini aku kembali belajar, setelah banyak hal dan aku mencoba melihatnya satu per satu. Kembali mengingat titik terendahku [2020] seolah membuatku pernah menyalahkan-Nya, seolah tak adil atas semua cerita ini. Aku begitu terpukul, hingga Allah SWT kembali membuat sebuah cerita yang tanpa aku sadari membuatku kembali bersyukur dan memohon ampun kepada-Nya. Banyaknya pertemuan pada titik terendahku, seolah aku mencoba perlahan berbenah kembali hingga pada titik pertemuan dengan seorang perempuan hebat yang Allah SWT kirimkan dalam cerita satu tahun terakhir.

2023, beberpa hal yang Allah titipkan kepadaku kini kembali kepada-Nya. Ternyata rencan-Nya lebih indah, hanya saja kadang kita tak pernah melihatnya dari awal. selalu di Akhir. Semua tabunganku nyata habis untuk penelitian, walau sebagian engkau ambil dengan cara lain tapi aku sadar itulah "hukuman" yang sama atas semua hal yang aku lakukan, dan semua caraku yang lalu membuat aku belajar untuk menjaga diri sendiri.

Semua skenario ini, terima kasih ya Allah, izinkan aku untuk terus mengirikan doa terbaik dan jaga aku untuk terus taat kepada-Mu. Jika Engkau izinkan aku menyampaikan niat baik ini nanti, maka aku percaya semua yang terbaik dari-Mu ya Allah.

Bimillahirrahmanirrahim, aku memohon kepada-Mu ya Allah. Aku berterima kasih atas semua hal baik dari-Mu, aku kirimkan doa terbaik untuk dia, dan berikan semua yang terbaik untuknya atas semua jejak perjalanannya hari ini dan nanti.

...

Prolog ini aku tulis mungkin akan menjadi cerita penutup, dan semua cerita itu aku kembalikan kepada-Nya. Allah yang akan memberikan cerita-cerita terbaik untuk semuanya.

ini yang terakhir... soon aku archive

Gimana kabarnya hari ini? semoga semakin nyaman ya disana, maaf ya pernah mengetuh pagar-border yang pernah terbangun. Selamat sudah menyandang gelar baru, mengukir nama disalah satu kampus terbaik disana. Sejujurnya, aku sungguh bangga bisa melihat Ayah-Ibu bersanding dan melihat seorang putri kecilnya dulu sudah menjadi orang yang hebat. Proud of you! You should always be happy!

Semoga esok kita bisa bersapa lagi.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

A, Bogor, 30 Juni 2024 | 14.28 WIB

Comments

Popular posts from this blog

Dialog Kopi: Kenapa suka lari?

Dialog Kopi: Selamat Ulang Tahun ya

Dialog Kopi: comes and ends Ramadan